Libur Sekolah
Halo nama saya Nararya Maulana Zein, pangilan saya Zein saya lahir pada tanggal 13 September 2010 di Jakarta, saya adalah saudara ke 2 dari 3 bersaudara, hobby saya adalah mengambar dan hari ini saya akan memberikan pengalaman saya saat berliburan di Jogja, solo, salatiga, dan Pekalongan
Pada tanggal 23 Juni 2024, keluarga kita yang terdiri atas mamah, ayah, kakak, adik, dan saya memutuskan untuk jalan-jalan ke luar kota. Kami ingin membuat waktu liburan kita berharga dengan mengunjungi beberapa kota di Jawa Tengah. Perjalanan ini kami rencanakan dengan matang agar bisa mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang tinggi.
Destinasi pertama kami adalah Jogja. Di Jogja, kami menginap selama 3-4 hari di rumah eyang yang hangat dan penuh kenangan. Kami memulai petualangan dengan mengunjungi beberapa bangunan dan monumen bersejarah yang berdiri sejak masa lalu. Kami pergi ke Keraton Yogyakarta yang megah dan penuh sejarah. Di sana, kami belajar banyak tentang kebudayaan Jawa dan sejarah keraton yang masih terjaga hingga kini. Selain itu, kami juga mengunjungi Candi Prambanan yang indah, dengan arsitektur yang sangat memukau. Setiap sudut candi menceritakan kisah Ramayana yang epik, membuat kami terpesona dengan keagungan budaya masa lalu.
Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah, kami juga menikmati kuliner khas Jogja. Kami mencicipi gudeg, makanan ikonik Jogja yang manis dan gurih. Tidak lupa, kami juga mencoba bakpia, camilan manis yang terkenal di Jogja. Malam hari, kami berjalan-jalan di Malioboro, menikmati suasana malam yang ramai dengan pedagang kaki lima dan seniman jalanan. Suasana Malioboro di malam hari sangat hidup dan penuh warna, membuat kami merasa betah berlama-lama di sana.
Setelah puas menjelajahi Jogja, kami melanjutkan perjalanan ke Solo. Di Solo, kami tidak menginap lama, hanya singgah sebentar untuk menikmati makan siang di Nyah Lemu, sebuah restoran legendaris yang terkenal dengan roti dan makanan beratnya. Makanan di Nyah Lemu sangat lezat dan memuaskan. Kami mencoba roti khas mereka yang lembut dan gurih, serta beberapa hidangan tradisional Jawa yang kaya rasa. Meskipun singkat, kunjungan ke Solo tetap meninggalkan kesan yang mendalam bagi kami.
Dari Solo, kami melanjutkan perjalanan ke Salatiga. Di Salatiga, kami menginap di Hotel Kayu Arum yang terletak di tengah kota. Hotel ini sangat nyaman dengan suasana yang tenang dan sejuk. Kami hanya menginap selama 2 hari di Salatiga, namun dalam waktu singkat tersebut, kami berhasil menikmati beberapa makanan tradisional yang lezat. Kami mencicipi ronde, minuman hangat yang terbuat dari bola-bola ketan yang diisi kacang dan disajikan dalam kuah jahe. Rasanya sangat nikmat, terutama di malam yang dingin. Selain itu, kami juga mencoba Soto Esto yang kaya akan rempah dan Roti Tegal yang renyah dan gurih.
Setelah Salatiga, tujuan kami berikutnya adalah Pekalongan. Di Pekalongan, kami menginap di Hotel Dafam yang terletak di Podosugih. Di kota ini, kami hanya menginap selama 2 hari, namun seperti di Salatiga, kami mencoba banyak hal menarik dalam waktu yang singkat. Kami pergi ke pantai Karang Mahesa, menikmati keindahan pantai yang masih alami dan tenang. Di pantai tersebut, kami makan di sebuah café yang terletak tepat di tepi pantai bernama "Café di Sini". Café ini menyajikan berbagai macam snack yang lezat. Kami memilih beberapa snack karena tidak terlalu lapar setelah makan berat sebelumnya. Suasana di café sangat nyaman dengan angin pantai yang sepoi-sepoi dan pemandangan laut yang menenangkan.
Setelah menikmati waktu di pantai, kami memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran yang menyajikan makanan tradisional Pekalongan. Kami mencicipi Nasi Megono, nasi yang disajikan dengan campuran kelapa parut dan bumbu rempah khas. Rasanya sangat unik dan lezat. Selain itu, kami juga mencoba Sate Ayam Kuah, sate ayam yang disajikan dengan kuah gurih yang membuatnya berbeda dari sate pada umumnya. Makanan di Pekalongan benar-benar memanjakan lidah kami dengan cita rasa yang khas dan lezat.
Setelah mengunjungi Jogja, Solo, Salatiga, dan Pekalongan, akhirnya kami kembali ke Jakarta. Perjalanan pulang terasa cepat karena kami masih terbayang-bayang dengan pengalaman seru dan menyenangkan selama liburan. Liburan kali ini sangat berkesan bagi kami karena tidak hanya menikmati tempat-tempat indah, tetapi juga belajar banyak tentang sejarah dan budaya lokal serta mencicipi berbagai kuliner tradisional yang menggugah selera.
Mengapa selalu ada liburan sekolah? Menurut saya, liburan sekolah sangat penting karena memberikan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan oleh murid dan guru. Proses belajar mengajar di sekolah bisa sangat intensif dan melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, liburan sekolah menjadi waktu yang tepat untuk mengistirahatkan diri, menyegarkan pikiran, dan mengisi ulang energi. Liburan sekolah juga memberikan kesempatan bagi murid dan guru untuk melakukan aktivitas yang tidak bisa dilakukan selama masa sekolah, seperti berkumpul dengan keluarga, bepergian, atau mengembangkan hobi.
Selain itu, liburan sekolah juga penting untuk kesejahteraan mental. Dengan beristirahat sejenak dari rutinitas, murid dan guru dapat mengurangi stres dan kelelahan. Ketika kembali ke sekolah setelah liburan, mereka biasanya merasa lebih segar, termotivasi, dan siap untuk menghadapi tantangan baru dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, liburan sekolah tidak hanya bermanfaat untuk kebugaran fisik tetapi juga kesehatan mental.
Liburan kali ini benar-benar memberikan banyak pengalaman berharga dan kenangan indah bagi keluarga kami. Kami berharap bisa melakukan perjalanan seru seperti ini lagi di masa depan. Liburan tidak hanya mempererat hubungan keluarga tetapi juga memperkaya wawasan dan pengetahuan kami tentang berbagai tempat dan budaya di Indonesia.
Comments
Post a Comment